Pengendalianpenyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik, yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm, mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan, dan disemprot fungisida seperti Bleacher 250 EC, Mandat 80 WP, Botanil 75 WP, Brantacol 70 WP. secara berselang-seling. Sumber : http://www.potretpertanianku.com. Petaniharus menggunakan Fungisida Untuk Tomat Di Musim Hujan agar tanaman bebas dari serangan jamur tersebut . Karena jamur menghambat segala pertumbuhan dan produktivitas tanaman pertanian. Selain itu pengaruh curah hujan tinggi adalah kelangkaan produk hasil panen yang petani keluhkan dan merugi. - Leave a Comment. 5/5 - (1 vote) 4 Fungisida Untuk Tomat Di Musim Hujan Solusi Cegah Penyakit Tanaman. (Telephone) 081-2522-2117 (SMS/WhatsApp). Toko Tani Online LMGA Agro jual fungisida kualitas terbaik stok lengkap untuk kebutuhan usaha budidaya tanaman. Beberapakelebihan yang diperoleh petani dengan pola kemitraan antara lain : petani mendapatkan pembinaan yang intensif mulai dari pembibitan sampai dengan pasca panen dari penyuluh FungisidaUntuk Tomat Di Musim Hujan. 08125227859WA/SMS Pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia jual fungisida untuk tomat di musim hujan berkualitas terbaik. Pesan segera fungisida untuk tomat di musim hujan di Pertanian Indonesia sebelum kehabisan Benihdirendam dalam larutan fungisida sistemik, misalnya Benomyl atau Derosal 1 ml/liter selama 10-15 menit sebelum tanam. Lubang tanam bekas tanaman yang terinfeksi disiram dengan fungisida Derosal 500 SC 2 ml/liter. Lakukan juga pergiliran tanaman atau varietas yang sudah tahan. Lihat juga : Cara Menanam Tomat Musim Hujan agar Berbuah Lebat. 4. OPTutama Tomat pada musim hujan biasanya intensitas serangan penyakit lebih tinggi. Mulai dari busuk daun kering/basah (Phytophtora infestans), busuk buah (Colletotrichum coccodes), penyakit layu Demorf60 WP fungisida yang bagus saat musim hujan sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian RI melalui nomor pendaftaran RI. 01020120103728. Demorf Cap Kapal Terbang tersedia dalam kemasan sachet isi bersih 5 gram dan 25 gram. dee4. Selain bakteri, jamur memang menjadi ancaman yang bisa mempengaruhi kualitas tanaman hasil panen. Dalam kondisi seperti ini jenis pestisida yang dapat digunakan oleh para petani adalah fungisida. Fungisida sendiri merupakan jenis pestisida yang secara khusus dibuat dan digunakan untuk mengendalikan membunuh, menghambat atau mencegah jamur atau cendawan patogen penyebab penyakit. Bentuk fungisida ini bermacam-macam. Ada yang berbentuk tepung, cair, gas, dan butiran. Sejauh ini, fungisida yang berbentuk tepung dan cair paling banyak digunakan oleh para petani. Fungisida dalam bidang pertanian digunakan untuk mengendalikan cendawan pada benih, bibit, batang, akar, daun, bunga dan buah. Aplikasinya dilakukan dengan penyemprotan langsung ke tanaman, injeksi batang, pengocoran pada akar, perendaman benih dan pengasapan fumigan. Tanaman Rentan Terkena Jamur di Musim Hujan Musim hujan identik dengan cuaca yang lebih dingin dan lembab. Selain itu, banyak tanaman yang akan diuntungkan dengan melimpahnya air hujan tersebut. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Salah satunya adalah terhadap serangan hama atau penyakit tanaman saat hujan berlebih. Mayoritas hama penyakit akan menyerang ke tanaman sayuran. Hal itu disebabkan karena air hujan bersifat asam yang merusak lapisan lilin pada daun. Akibatnya, nutrisi daun akan hilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap dingin, jamur, dan serangga. Dilansir dari Gardening Know How, Selasa 14/12/2021, cuaca yang terlalu basah bisa menyebabkan penyakit pada tanaman melalui bakteri dan jamur patogen yang dipupuk oleh kelembapan jangka panjang pada daun serta sistem akar. Hujan yang berlebihan atau terus-menerus bisa menyebabkan tanaman mengalami penyakit kerdil, bintik-bintik pada dedaunan, pembusukan pada daun, batang, atau buah, tanaman layu. Bahkan, pada kasus yang parah bisa mengakibatkan kematian seluruh tanaman. Ada sejumlah penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan tiba. Penyakit-penyakit tersebut menyerang tanaman dengan cara yang berbeda. Antraknosa Jamur antraknosa menyebar pada pohon yang tengah berganti daun dan selalu hijau selama musim hujan berlebih. Biasanya, jamur ini mulai muncul pada cabang tanaman yang lebih rendah, lalu secara bertahap menyebar ke atas pohon. Disebut juga hawar daun, antraknosa muncul sebagai lesi gelap pada daun, batang, bunga, dan buah dengan daun gugur prematur. Untuk memerangi jamur ini, buang sisa-sisa pohon selama musim tanam. Pangkas daun untuk meningkatkan aliran udara dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Semprotan fungisida dapat bekerja, tetapi tidak praktis pada pohon besar Embun tepung Embun tepung atau jamur tepung adalah penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh hujan berlebih. Jamur ini terlihat seperti pertumbuhan tepung putih pada permukaan daun dan menginfeksi dedaunan baru dan tua. Tanda dari penyakit ini umumnya daun tanaman rontok sebelum waktunya. Angin membawa spora embun tepung dan dapat berkecambah tanpa kelembapan. Untuk membasmi jamur ini, dapat menggunakan sinar matahari, mengaplikasikan minyak mimba, belerang, bikarbonat, dan fungisida organik dengan Bacillus subtilis atau fungisida sintetis. Jamur kudis Jamur kudis menyebabkan daun menggulung dan menghitam serta muncul bintik hitam pada daun semak mawar saat musim hujan. Hawar api Hawar api adalah penyakit bakteri yang menyerang pohon buah-buahan seperti pir dan apel. Serangan hawar ditandai dengan perubahan penampilan tumbuhan secara cepat, diawali dengan layu pada sebagian besar jaringan, terutama daun, kemudian diikuti klorosis yang cepat hanya beberapa hari, menjadi coklat, lalu kematian jaringan di bagian permukaan. Gejala awal dapat berupa suatu lesi/bercak melingkar di daun yang semakin lama semakin membesar. Klorosis besi Klorosis besi adalah penyakit lingkungan yang mencegah akar tanaman mengambil cukup besi. Lubang tembak, keriting daun persik, virus kejut, dan busuk coklat merupakan tanda tanaman telah terinfeksi penyakit ini. Cara Berkebun Saat Musim Hujan dan Mencegah Penyakit Pencegahan adalah kunci untuk menghindarkan penyakit pada tanaman selama musim hujan. Membuang dan membakar daun atau buah yang sakit adalah cara utama mengelola atau mencegah penyakit pada tanaman. Buang bagian yang sakit tidak hanya dari pohon atau tanaman, tetapi juga dari tanah di sekitarnya. Kedua, pilih kultivar yang tahan terhadap penyakit dan letakkan di dataran tinggi untuk mencegah busuk akar. Tanam hanya kultivar yang tumbuh subur di lingkungan basah dan hindari yang berasal dari daerah yang lebih kering. Penyakit menyebar dengan mudah dari tanaman ke tanaman saat daun basah. Jadi hindari pemangkasan atau panen sampai dedaunan mengering. Pangkas tanaman untuk meningkatkan aerasi serta waktu kering setelah hujan lebat atau pagi yang berembun. Setelah itu, perbaiki drainase tanah jika kurang dan tanam pada bedengan atau gundukan tanah yang ditinggikan. Buang bagian tanaman yang terinfeksi segera setelah melihatnya. Ingatlah untuk membersihkan alat pangkas sebelum pindah ke tanaman lain sehingga tidak menyebarkan penyakit. Kemudian, buang atau bakar daun atau bagian tanaman lainnya yang terinfeksi. Terakhir, fungisida dapat diterapkan baik sebelum atau awal perkembangan penyakit. Penulis Tyo 4 Fungisida Untuk Tomat Di Musim Hujan Solusi Cegah Penyakit Tanaman. 082-141-747-141 Telephone 081-2522-2117 SMS/WhatsApp. Toko Tani Online LMGA Agro jual fungisida kualitas terbaik stok lengkap untuk kebutuhan usaha budidaya tanaman. LMGA Agro menjadi mitra terbaik bagi petani untuk kebutuhan sarana pertanian dengan kualitas terbaik untuk budidaya tanaman. Selain itu, petani bisa leluasa memilih produk sarana pertanian karena tersedia lengkap dengan harga murah. Sarana pertanian yang tersedia meliputi jenis benih tanaman buah dan sayur, pupuk tanaman, pestisida, hingga zat pengatur tumbuh. Selain itu, petani juga bisa mendapatkan alat pertanian pendukung dengan harga murah. Pestisida yang tersedia di LMGA Agro memiliki beberapa jenis berbeda tergantung kebutuhan petani dan pelaku usaha pertanian. Beberapa jenis pestisida yang tersedia meliputi insektisida, fungisida, akarisida, herbisida, hingga rodentisida. Petani tidak perlu khawatir, karena produk pestisida yang tersedia memiliki kualitas terbaik hasil produksi perusahaan berpengalaman. Sehingga, pestisida yang tersedia ampuh untuk proses pengendalian hama dan penyakit tanaman. LMGA Agro juga melayani konsultasi pertanian untuk membantu petani dalam proses usaha budidaya tanaman pada lahan pertanian. Jasa konsultasi pertanian ini bisa petani manfaatkan secara gratis. Jasa konsultasi gratis ini bisa petani manfaatkan untuk bertanya seputar proses perawatan budidaya tanaman. Salah satunya adalah pemilihan fungisida untuk tomat di musim hujan yang bagus dan berkualitas. Budidaya tomat di musim hujan tidak lepas dari ancaman serangan penyakit tanaman akibat jamur yang merugikan petani. Sehingga petani membutuhkan fungisida untuk tomat di musim hujan agar penyakit tanaman akibat jamur dapat terkendali. Budidaya tomat di musim hujan tidak berbeda dari usaha budidaya tanaman lainnya, yaitu mampu menghasilkan keuntungan bagi petani. Hal ini karena, tanaman tomat menghasilkan buah yang termasuk dalam komoditas pangan unggulan. Namun, serangan penyakit tanaman akibat jamur tetap menjadi ancaman bagi petani pada lahan pertanian. Sehingga, penggunaan fungisida untuk tomat di musim hujan menjadi andalan petani untuk mengendalikan penyakit tanaman pada tanaman tomat. Budidaya Tomat Musim Hujan Tantangan Petani Budidaya Tomat Musim Hujan Tantangan PetaniVarietas Tomat Musim Hujan Pilihan PetaniPenyakit Tanaman Ancam Budidaya TomatFungisida Untuk Tomat Di Musim Hujan Andalan Petani4 Fungisida Untuk Tomat Di Musim HujanFungisida Acrobat 50WPFungisida Amistar Top 325SCFungisida Antracol 70WPFungisida TriviaLMGA Agro Jual Fungisida Terbaik Harga Murah Petani sebagai pelaku usaha pertanian sudah sering melakukan usaha budidaya tanaman saat musim kemarau maupun musim hujan. Namun, terdapat beberapa jenis usaha budidaya tanaman yang menjadi tantangan sendiri bagi petani. Salah satu usaha budidaya tanaman yang menjadi tantangan tersendiri bagi para petani adalah budidaya tomat saat musim hujan. Hal ini karena, melakukan proses budidaya tomat di musim hujan cukup beresiko mengalami kondisi gagal panen. Gagal panen terjadi karena usaha budidaya tomat rentan terserang jenis penyakit tanaman yang berbahaya seperti layu fusarium dan layu bakteri. Hal ini karena, saat musim hujan lahan pertanian rentan terjadi genangan dan tingkat kelembaban meningkat. Sehingga, usaha budidaya tomat di musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi petani dan pelaku usaha pertanian. Selanjutnya petani harus melakukan langkah-langkah cerdas guna menghasilkan pertumbuhan tanaman tomat yang berkualitas di musim hujan. Tips pertama yang harus petani lakukan saat memulai usaha budidaya tomat musim hujan adalah pemilihan benih tomat yang tepat. Petani bisa memilih benih tomat hibrida yang termasuk dalam varietas tomat musim hujan. Pemilihan benih tomat hibrida bukan tanpa alasan karena jenis benih tomat ini memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit tanaman. Sehingga, petani hanya perlu melakukan proses pencegahan terhadap serangan hama penyakit tanaman. Tips kedua adalah petani dapat mengurangi penggunaan pupuk organik karena dapat memicu pertumbuhan hama pada lahan pertanian. Sehingga, petani bisa menggunakan jenis pupuk kimia seperti NPK, KCl, dan TSP. Tips ketiga adalah lakukan perawatan lahan pertanian dengan baik seperti memperbaiki drainase agar air mengalir dengan lancar. Selain itu, tips terakhir yang bisa petani lakukan, yaitu gunakan pestisida seperti fungisida untuk tomat di musim hujan guna mengendalikan penyakit tanaman. Kesimpulannya, usaha budidaya tomat saat musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Sehingga, petani harus paham trik-trik yang mampu membuat budidaya tomat bertahan dan menghasilkan panen terbaik. Baca Juga Budidaya Tomat Buah dan Sayur Dengan Cara Mudah Menanam tomat di musim penghujan memang memilki tantangan tersendiri, selain kendala serangan ulat pada buah yang masih hijau, serangan cendawan Phytophthora infestans yang menyababkan penyakit hawar daun ini juga sangat menjengkelkan, Oleh sebab itu di butuh kan sebuah obat jamur terbaik untuk mengatasi penyakit ini. Berikut ini akan kami sampaikan berbagai macam merk fungisida untuk tomat di musim hujan yang bisa anda pilih untuk mengatasi masalah sebelum kita membahas tentang daftar fungisida, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang jamur Phytophthora infestans pada tanaman tomat, agar pengetahuan kita semakin bertambah dan mempermudah proses hawar daun yang disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans ini merupakan penyakit yang diawali dengan layu pada sebagian besar jaringan tanaman, terutama pada bagian daun, yang akan dengan cepat mengakibatkan terjadinya klorosis. Proses klorosis ini terjadi sangat cepat, hanya dalam beberap hari saja, bagian tanaman yang terserang akan mengalami perubahan warna menjadi coklat, dan menyebabkan kematian jaringan dibawah hawar daun pada tanamanan tomat bisa menyebabkan kerugian yang amat besar, karena serangan jamur ini cepat meluas dan mendadak, dan parahnya intensitas serangannya akan lebih cepat pada saat musim penghujan, karena dengan kondisi kelembaban tinggi cendawan ini sangat mudah berkembang Penyakit Hawar Daun dan Busuk Buah Pada TomatCiri yang timbul akibat jamur ini akan menyebabkan daun yang terserang akan timbul bercak berwarna coklat hingga hitam. Pada awalnya sisi daun atau ujung daun hanya tertampak bercak beberapa millimeter saja. Namun akhirnya akan terus meluas keseluruh bagian daun hingga tangkai daun. Penyakit hawar daun ini juga menyerang pangkal daun, sehingga menimbulkan bercak berwarna hijau hingga coklat dan berair. Bercak ini dikelilingi oleh massa spongaria yang berwarna putih dengan lalat belakang berwarna hijau kelabu. Pada serangan lebih lanjut akan menyebar ke bagian batang, tangkai dan buah di musim hujan yang tingkat kelembabanya tinggi, maka jamur ini akan cepat menyebar, untuk mencegah semakin bertambah parah, maka di sarankan untuk segara menggunakan fungisida sebagai racun pengendali jamur pada saat muncul sedikit bercak cokelat pada sisi atau ujung ini adalah berbagai jenis merk fungisida untuk tomat yang bisa kita gunakan untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan busuk buah yang sering muncul pada saat musim Fungisida Untuk Tomat1. VALIS - M 66 WG mankozeb mancozeb 60 % valifenalat valifenalat 6 %, Fungisida protektif berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam merah penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKentang penyakit busuk daun Phytophthora infestans penyemprotan volume tinggi 1 - 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans penyemprotan volume tinggi 1,25 - 2,50 g/l2. ZENITH 75 WP propineb propineb 75 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 - 3 g/lCabai penyakit antraknosa Colletotrichum capsici Penyemprotan volume tinggi 3 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 3 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/l3. ZAMPRO 525 SC ametoktradin ametoctradin 300 g/l, dimetomorf dimethomorph 225 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif berbentuk pekatan penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 400 - 500 ml/haTomat penyakit busuk daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 500 ml/ha4. WARDER 45 WP simoksanil cymoxanil 4 %, tembaga oksiklorida copper oxychloride 29 %, zineb zineb 12 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikanBawang merah Penyakit embun tepung, Perenospora destructor Penyemprotan volume tinggi 2 g/lCabai Penyakit antraknosa Colletotrichum capsici Penyemprotan volume tinggi 3 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 4 g/lTembakau penyakit lanas Phytophthora nicotianae Penyemprotan volume tinggi 3 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 4 g/l4. KARIBU 75 WPklorotalonil 75 %. Fungisida protektif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit bercak daun Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 g/lCabai penyakit antraknosa Colletotrichum capsici Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l5. TRIVIA 73 WPfluopikolid 6 %, propineb 67 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat penyakit bercak daun Cercospora dendrobii, penyakit busuk hitam Phytophthora nicotianae Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haApel penyakit embun tepung Podosphaera leucontricha, penyakit bercak daun Marssonina coronaria Penyemprotan volume tinggi 3 kg/haBawang daun penyakit barcak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 kg/haBawang merah penyakit bercak ungu Alternaria porri, penyakit busuk daun peronospora destructor Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2,25 kg/haCabai penyakit antraknosa Colletotrichum capsici, penyakit busuk buah Phytohthora capsici Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2,25 kg/haDurian penyakit kanker batang Phytophthora palmivora Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haJagung penyakit bulai Peronosclerospora maydis, penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haJagung penyakit bulai Peronosclerospora maydis Perlakuan benih 15 - 20 g/kg benihJagung penyakit bulai Peronosclerospora maydis penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haKacang panjang penyakit antraknosa Colletotrichum lindemutianumvignae penyakit bercak daun Cercospora vignae Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haKakao penyakit busuk buah Phytophthora palmivora Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haKedelai penyakit karat daun Phakospora pachyrhizi Penyemprotan volume tinggi 1,5 kg/haKentang penyakit busuk daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 750 g/haKrisan penyakit karat Puccinia shrysanthemi Penyemprotan volume tinggi 4 g/lKubis penyakit bercak daun Alternaria brassicae Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haMelon penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 kg/haMentimun penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensislagenarium penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 kg/haPadi penyakit bercak coklat Cercospora janseana, penyakit blas Pyricularia oryzae, penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit hawar daun Xanthomonas oryzae, penyakit bercak bulir gabah Cercospora janseana Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 kg/haSemangka penyakit antraknosa Colletotrichum lagenarium Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 kg/haSemangka penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2 kg/haTembakau penyakit lanas Phytophthora nicotianae Penyemprotan volume tinggi 3 kg/haTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2,25 kg/ha6. TARGET 500 SCfenamidon 504,1 g/l. Fungisida translaminar, yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan penyakit bulai Peronosclerospora maydis Perlakuan benih 4 - 6 ml/kg benihKentang penyakit busuk daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 - 2 ml/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2 ml/l7. SYSCON 64/8 WPmankozeb 64 %, metalaksil 8 %. Fungisida sistemik berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 3 g/l8. DAMAZEB 80 WPmankozeb 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit busuk daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 kg/ha9. DARGO 76 WPpropineb 70 %, simoksanil 6 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 1 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 g/l10. CYCOZEB 8/64 WPmankozeb mancozeb 64 %, simoksanil cymoxanil 8 %. Fungisida protektif dan sistemik berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 3 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 3 g/l11. CUSTODIA 320 SCazoksistrobin azoxystrobin 120 g/l, tebukonazol tebuconazole 200 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat preventif dan kuratif berbentuk pekatan penyakit bercak daun Marssonina coronaria Penyemprotan volume tinggi 200 ml/haBawang merah penyakit bercak ungu Alternaria porri, penyakit busuk daun Peronospora destructor Penyemprotan volume tinggi 400 ml/haCabai penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporioides Penyemprotan volume tinggi 200 - 400 ml/haJagung penyakit busuk pelepah Rhizoctonia solani Penyemprotan volume tinggi 200 ml/haJeruk penyakit embun tepung Oidium sp. Penyemprotan volume tinggi 800 ml/haKentang penyakit bercak kering Alternaria solani Penyemprotan volume tinggi 0,4 ml/lKopi penyakit karat daun Hemileia vastatrix Penyemprotan volume tinggi 600 ml/haMangga penyakit antraknosa Colletrotricum gloeosporioides Penyemprotan volume tinggi 0,6 - 0,8 ml/lPadi penyakit hawar upih daun Rhizoctonia solani Penyemprotan volume tinggi 1 ml/lTomat penyakit bercak daun kering Alternaria solani Penyemprotan volume tinggi 600 ml/haTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 400 ml/ha11. CONSENTO 450 SCfenamidon 75 g/l, propamokarb hidroklorida 375 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan merah penyakit embun bulu Peronospora destructor Penyemprotan volume tinggi 1 l/haCabai merah penyakit busuk buah Phytophthora capsici Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2 l/haJagung penyakit bulai Peronosclerospora maydis Perlakuan benih 20 ml/kgKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 - 2 l/haMelon embun bulu Pseudoperonospora cubensis Penyemprotan volume tinggi 1500 - 2000 ml/haSemangka embun bulu Pseudoperonospora cubensis Penyemprotan volume tinggi 1500 - 2000 ml/haTembakau penyakit lanas Phytophthora nicotianae Penyemprotan volume tinggi 2 l/haTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 - 1,5 l/ha12. CHLORONEX 75 WP klorotalonil 75 %. Fungisida protektif berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 3 g/l13. UZZETE 8/64 WPmankozeb mancozeb 64 %, simoksanil cymoxanil 8 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikanTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l14. AMFONIL 75 WPklorotalonil 75 %. fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l15. BRANTACOL 70 WPpropineb 70 %. Fungisida kontak yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 g/lCabai Penyakit bercak daun Cercospora capsici, penyakit antraknosa Colletotrichum capsici Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 2,5 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l16. BELLOVA 560 SC azoksistrobin azoxystrobin 60 g/l, klorotalonil chlorothalonil 500 g/l. Fungisida sistemik yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk pekatan suspensiKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 ml/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 ml/l17. ARSECA 8/64 WPklorotalonil 64 %, simoksanil 8 %. Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat penyakit busuk daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l18. ANTILA 80 WP mankozeb 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit becak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 g/lCabai penyakit antraknosa Colletotrichum capsici, Gloeosporium gloeosporioides Penyemprotan volume tinggi 2 kg/haKakao penyakit busuk buah Phytophthora palmivora Penyemprotan volume tinggi 2 - 3 g/lKentang penyakit busuk daun Phythopthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 - 2 g/ha19. PROCURE 20 WP simoksanil 20 %. Fungisida protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit busuk daun Peronospora destructor Penyemprotan volume tinggi 1 g/lCabai penyakit busuk buah Phytophthora capsici Penyemprotan volume tinggi 1 g/lJagung penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum, penyakit bulai Peronosclerospora maydis Penyemprotan volume tinggi 4 g/lKacang panjang penyakit bercak daun Cercospora vignae Penyemprotan volume tinggi 1 g/lKakao penyakit busuk buah Phytophthora palmivora Penyemprotan volume tinggi 1 g/lKedelai penyakit karat Phakospora pachyrhizi Penyemprotan volume tinggi 2 g/lMangga penyakit bercak daun Stigmina mangiferae indica Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/lMelon penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis Penyemprotan volume tinggi 1 g/lPadi penyakit hawar daun Rhizoctonia solani Penyemprotan volume tinggi 2 g/lSemangka penyakit embun bulu Pseudoperonospora cubensis Penyemprotan volume tinggi 1 g/lTembakau penyakit embun tepung Oidium tabaci Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTembakau penyakit rebah semai Pythium aphanidermatum penyakit lanas Phytophthora nicotianae Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1 g/l20. PHYTOKLOR 82,5 WGklorotalonil chlorothalonil 82,5 %. Fungisida sistemik berbentuk butiran yang dapat didispersikan dalam merah penyakit bercak ungu Alternaria porri penyemprotan volume tinggi 1 g/lKelapa sawit penyakit bercak daun coklat Culvularia maculans Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/lMangga penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 1,5 g/l21. ORION 50 WPsimoksanil 50 %. Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l22. MANTRAKOL 70 WPpropineb propineb 70 %. Fungisida kontak berbentuk tepung yang dapat penyakit tepung/embun bulu Plasmopara viticola Penyemprotan volume tinggi 2 g/lBawang merah penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 g/lCabai penyakit bercak daun Cercospora capsici, penyakit antraknosa Colletotrichum capsici penyemprotan volume tinggi 2 g/lJagung penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum Penyemprotan volume tinggi 2 g/lJeruk penyakit embun tepung Oidium tingitaninum Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKubis penyakit bercak daun Alternaria brassicae Penyemprotan volume tinggi 2 g/lPadi penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani, penyakit bercak coklat sempit Cercospora janseana Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l PT Excel Meg Indo info23. METAZEB 80 WPmankozeb mancozeb 80 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat penyakit embun tepung Podosphaerela leucontricha Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1 g/lBawang merah penyakit bercak daun Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 - 3 g/lCabai penyakit antraknosa Colletotrichum gloeosporioides, Colletotrichum capsici Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 kg/haKaret penyakit embun tepung Oidium heveae Penyemprotan volume tinggi 3 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 g/lTomat penyakit busuk daun Phythopthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 g/l24. LONGER 75 WPklorotalonil chlorothalonil 75 %. Fungisida yang bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat merah penyakit embun bulu Peronospora destructor, penyakit bercak ungu Alternaria porri Penyemprotan volume tinggi 2 g/lKentang penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/lSemangka penyakit embun bulu Pseudoperenospora cubensis, antraknosa Colletotrichum cubensis Penyemprotan volume tinggi 2 g/lTomat penyakit hawar daun Phytophthora infestans Penyemprotan volume tinggi 2 g/l